Khutbah Jumat Tentang Puasa Bulan
Ramadhan - Setiap hari jumat umat muslim
melakakun shalat jumat bagi kaum laki laki, shalat jumat merupakan fardhu 'ain
yang berarti kewajiban bagi kaum laki laki. bagi khatib yang ingin membaca khutbah dibulan ramadhan dengan judul Memurnikan Niat Puasa.
Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah
Perputaran hari bergerak begitu cepat, bahkan terasa lebih cepat daripada kilat, hari-hari di mana kita memiliki kesempatan untuk mengisinya dengan ketaatan kepada Allah. Ramadhan telah berlalu beberapa hari, sedang jiwa masih belum merasakan siraman kesejukan dari nuansa ramadhan yang penuh dengan ampunan dan rahmat Allah. Mungkinkah ada yang salah dengan niat puasa kita?
Pertanyaan yang mungkin membuat kita
terkaget, bagaimana mungkin niat puasa ini salah, sedangkan telah diniatkan
sejak hari pertama untuk berpuasa karena mengharapkan keridhoaan Allah semata?
Kaum Muslimin Sdang sholat Jumat yang berbahagia
Kaum Muslimin Sdang sholat Jumat yang berbahagia
Marilah kita coba renungi dan fahami
apa yang ia inginkan oleh Rosulullah saw tercinta dari sabdanya:
من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه
"Barangsiapa puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharap pahala, dosa-dosa sebelumnya akan diampuni".
من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه
"Barangsiapa puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharap pahala, dosa-dosa sebelumnya akan diampuni".
Inilah titik awal yang diberikan
oleh Rosulullah kepada kita, beliau telah meletakkan dasar yang paling penting,
yang menjadi kaedah untuk setiap amalan yang dilakukan, sebagaimana Sabda
Rosulullah: "Setiap amalan itu dengan niatnya, dan setiap yang didapati
orang muslim sesuai dengan apa yang diniatkan".
Hadist di atas merupakan titik tolak
dalam kehidupan seorang Muslim, baik saat ia melakukan pekerjaan duniawi atau
amalan akherat, ia lakukan tanpa memandang keuntungan, penampilan atau
kedudukan, tidak mengharapkan pujian orang, juga tidak takut celaan,
tetapi yang ia inginkan hanyalah balasan kebaikan dari Allah dan surga-Nya.
Oleh sebab itulah niat menjadi lebih penting dari sebuah amalan.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah
Bulan dengan segala kebaikan di
dalamnya masih bersama kita, ia memang telah berlalu beberapa hari, namun
hari-hari itu akan akan cepat berakhir, sesal kemudian tiada berguna lagi.
Bulan ampunan dan rahmat itu masih dapat diraih. Apakah kita isi dengan taubat
saat orang terlelap setelah tarawih? Apakah hanya puas dengan sholat tarawih
saja kemudian kita merasa cukup untuk tidak melakukan Qiyamullail? Apakah cukup
dengan makan sahur saja, namun waktu sahur yang begitu mahal tidak kita gunakan
untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampounan kepada Allah. Ataukah cukup
puas dengan berpuasa, namun enggan membaca Al-Quran, sedang bulan puasa adalah
bulan diturunkannya Al-Quran? Bahkan Rosulullah telah memberikan teladan dengan
banyak membaca dan menghatamkan Al-Quran pada bulan ramadhan.
Banyak umat muslim yang bertanya,
kenapa setelah masuk bulan ramdhan, dan setelah keluarnya dari ramdhan, kondisi
kami biasa-bisa saja, iman kami sama dengan sebelumnya. Firman Allah dalam ayat
183 surat Al-Baqoroh tersebut ternyata tidak terbukti.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Banyak juga yang bertanya, kenapa
hati ini tidak bisa khusyu’? Kenapa mata ini tidak bisa menangis, padahal
sungguh kami telah menahan lapas dan dahaga, menahan nafsu syahwat selama
berpuasa? Rosulullah sudah pernah mewanti-wanti umatnya dengan sabda beliau:
“Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari
puasanya kecuali lapar dan haus.”
Inilah kesempatan kita untuk kembali
melihat dan merenungi secara mendalam niat puasa kita, sebelum puasa ini
semakin meninggalkan kita.
Hadirin sidang sholat jumat yang
berbahagia
Lalu niat puasa yang seperti apa
yang dapat memberikan perubahan dalam diri setelah melaksanakan ramadhan?
Mayoritas dari kita hanya terfokus
pada puasa dari sudut pengertian berpuasa yaitu menjauhkan diri dari makanan,
minuman dan berhubungan seksual sejak fajar sampai petang. Jika hanya dengan
pengertian seperti ini, maka bagaimana mungkin kwalitas ketakwaan akan
meningkat?.
Maka niat puasa yang perlu
ditanamkan di dalam hati adalah:
- Pertama: Berniat untuk berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan ampunan dari Allah. Dengan penuh keimanan maksudnya adalah meyakini bahwa ibadah puasa adalah wajib dilaksanakan dengan dasar iman. Adapun maksud dari ihtisaban adalah pengharapan pahala dan ampunan dari Allah. Niat berpuasa selama bulan ramadhan untuk mencapai derajat takwa, niat berpuasa selama bulan Ramadhan agar Allah memberi rahmat, ampunan dan pembebasan dari api. Berharap agar Allah mencegah kita jatuh ke dalam dosa Allah. Niatkan setelah selesai melaksanakan puasa ramadhan agar Allah menjadikan aku manusia yang lain dari sebelum ramdhan yang penuh dengan kebaikan dan amal sholeh.
- Kedua: Dengan menjaga
lisan dan seluruh anggota tubuh dari yang membatalkan. Bertolak dari sabda
Rosulullah: الغيبة تفسد الصوم "Fitnah membatalkan puasa". Maka
semua ungkapan dan ucapan yang membawa kepada dosa dan menyakiti orang
dapat membatalkan puasa. Tidak akan membiarkan telinga mendengarkan
sesuatu yang membuat Allah murka. Baik itu lagu-lagu yang mengundang
syahwat, ataupun membicarakan dan mendengar hal-hal yang tidak senonoh.
Karena selama romdhan sebaik-baik lagu yang disenandungkan dan didengar
adalah Al-Quran.
Bagaimana mungkin jika selama romadhan tetap asyik dengan lagu-lagu yang melalaikan, akan mampu menahan lisan dan telinganya dari syahwat di luar ramadhan. Maka mengucapkan dan mendengarkan sesuatu yang membawa kemurkaan Allah adalah membuat pahala tidak bernilai apa-apa.
Sidang sholat jumat yang dimuliakan
Allah
- Hal Ketiga tidak kalah penting adalah: Tidak akan melepaskan pandangan mata kepada hal yang haram, baik pagi maupun malam, karena dengan melihat hal-hal yang yang dapat menimbulkan syahwat akan mengalihkan perhatian hati dari mengingat Allah Yang Maha Kuasa. Rosulullah bersabda:
النظرة سهم مسموم من سهام إبليس ، فمن
تركها خوفًا من الله آتاه الله إيمانًا يجد حلاوته في قلبه
"Pandangan itu merupakan panah beracun dari anak panah Iblis, barang siapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan melimpahkan kemanisan iman di hatinya”. Maka saatnya ramadhan adalah saat yang tepat untuk meraih limpahan manisnya iman dari Allah.
"Pandangan itu merupakan panah beracun dari anak panah Iblis, barang siapa meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan melimpahkan kemanisan iman di hatinya”. Maka saatnya ramadhan adalah saat yang tepat untuk meraih limpahan manisnya iman dari Allah.
- Keempat: Berniat puasa dengan menjadikan setiap langkah kita adalah untuk memenuhi kebutuhan saudara sesama muslim. Rosulullah bersabda:
ومن مشى مع أخيه المسلم في حاجته حتى
يثبتها له أثبت الله تعالى قدمه يوم تزل الأقدام
“Barang siapa yang berjalan bersama saudaranya muslim dalam memenuhi keperluan saudaranya sehingga hajatnya terpenuhi, maka Allah akan memantapkan langkah kakinya pada hari kiamat.”
“Barang siapa yang berjalan bersama saudaranya muslim dalam memenuhi keperluan saudaranya sehingga hajatnya terpenuhi, maka Allah akan memantapkan langkah kakinya pada hari kiamat.”
Langkah kebaikan dapat juga berupa
berziarah kepada saudara kita ketika bulan ramadhan. Dalam sebuah hadist
Rosulullah menceritakan:
زار رجل أخا له في قرية ، فأرصد الله له ملكا على مدرجته ، فقال : أين تريد؟ قال : أخا لي في هذه القرية ، فقال : هل له عليك من نعمة تربها؟ قال : لا إلا أني أحبه في الله. قال : فإني رسول الله إليك أن الله أحبك كما أحببته
زار رجل أخا له في قرية ، فأرصد الله له ملكا على مدرجته ، فقال : أين تريد؟ قال : أخا لي في هذه القرية ، فقال : هل له عليك من نعمة تربها؟ قال : لا إلا أني أحبه في الله. قال : فإني رسول الله إليك أن الله أحبك كما أحببته
Artinya “Seseorang menziarahi
saudaranya disebuah desa, Maka Allah mengutus malaikat untuk menemui dan
menanyakan maksud tujuannya. Malaikat berkata: “Mau kemana engkau?” Orang itu
menjawab: “Aku ingin menziarahi saudaraku di desa ini”. Malaikat kembali
bertanya: “Apakah karena ia punya sesuatu padamu yang akan engkau ambil.” Ia
menjawab: “Tidak, akan tetapi aku datang kepadanya karena aku mencintainya
karena Allah”. Kemudian malaikat berkata: “Sesungguhnya aku adalah
malaikat yang diutus untuk menyampaikan kepadamu bahwa Allah mencintaimu
sebagaimana engkau mencintai saudaramu.”
Di antara langkah kebaikan lainnya
yang diniatkan ketika puasa adalah langkah menuju masjid untuk sholat
berjamaah. Rosulullah bersabda:
أعظم الناس أجرا في الصلاة أبعدهم إليها ممشى
أعظم الناس أجرا في الصلاة أبعدهم إليها ممشى
Artinya“Pahala yang paling besar
dalam sholat adalah siapa yang langkahnya lebih jauh.”
Hadirin Jamaah Sholat Jumat yang
dimuliakan Allah
- Kelima: Niatkan saat berpuasa adalah dengan menjadikan tangan kita tangan yang diatas. Namun yang banyak terjadi di bulan ramadhan adalah semakin banyak dan bertambahnya tangan-tangan yang di bawah, meminta-minta dengan memanfaatkan moment romadhan saat orang menjadi dermawan. Rosulullah memuji orang-orang yang bekerja dengan tangannya sendiri, bukanlah dengan mengharapkan belas kasihan orang lain, sebagaimana sabdanya:
أطيب الكسب عمل الرجل بيده
“Sebaik-baik pekerjaan seseorang adalah yang bekerja dengan tangannya sendiri.”
“Sebaik-baik pekerjaan seseorang adalah yang bekerja dengan tangannya sendiri.”
- Keenam: Tidak membiarkan nafsu perut menguasai diri ketika berbuka puasa dari makanan yang berlebihan, meskipun makanan itu halal dan diperbolehkan. Umar pernah mengatakan: "Waspadalah terhadap kerakusan dalam makanan dan minuman, sesungguhnya ia akan merusak tubuh, mewariskan penyakit, menyebabkan malas untuk sholat. Hendaklah kalian pertengahan saja, karena itu baik untuk tubuh, dan terhindar dari pemborosan. Sesungguhnya seseorang tidak akan binasa kecuali memperturuti syahwatnya di atas agamanya".
- Ketujuh: Berhenti total dari melakukan perbuatan dosa, apakah telinga ataupun mata. Dosa yang diperbuat oleh lidah ataupun tangan. Baik kaki maupun perut. Berhenti dari keinginan-keinginan nafsu pada malam hari sebagaimana ia mampu menahan dirinya di siang hari.
Jabir berkata, "Apabila engkau
berpuasa, maka puasakanlah pendengaranmu, penglihatan dan lidah kebohongan dan
dosa. Berhentilah dari menyakiti tetangga. Hendaklah engkau saat berpuasa dalam
kondis yang tenang. Jangan engkau samakan dirimu saat puasa dan tidak berpuasa
sama saja.”
Itulah di antara hal-hal yang perlu
dijaga saat meniatkan puasa. Semoga dengan cara ini mampu membuat puasa
Ramadhan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Dan Allah menguatkan azam kita yang
kuat untuk menjadikan ramadhan tahun ini sebagai titik perubahan. Amiin
ya rabbal ‘alamin.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه وتوبوا إليه إنه هو التواب الرحيم .
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه وتوبوا إليه إنه هو التواب الرحيم .
Comments
Post a Comment